Minggu, 18 Agustus 2019

E commerce

E-Commerce Smk 12 BDP 1

1.  Pengertiannya adalah :                                                                                                                                                    
  • informasi dan komunikasi pengolahan digital dalam melakukan transaksi bisnis untuk menciptakan, mengubah, dan mendefenisikan kembali hubungan antara penjual dan pembeli.
Secara sederhana pengertian E-commerce dapat diartikan sebagai aktivitas transaksi jual-beli barang, servis atau transmisi dana atau data dengan menggunakan elektronik yang terhubung dengan internet. Transaksi e-commerce ini bukan lagi hal baru di tanah air, bahkan perkembangannya terbilang sangat pesat.           

2. Manfaat e-Commerce dalam Pemasaran Bisnis

  • Buka Sepanjang Waktu
    Situs web e-commerce dapat berjalan di semua waktu selama 24 jam sehari – 7 hari sepekan (24/7). Dari titik pandang pedagang, ini meningkatkan jumlah pesanan yang mereka terima. Dari titik pandang pelanggan, toko yang “selalu terbuka” jelas lebih nyaman.
     
  • Mendapatkan Pelanggan Baru Lewat Search Engine
    Ritel fisik didorong oleh brand dan hubungan. Selain itu, ritel online juga didorong oleh lalu lintas dari mesin pencari. Bukan hal baru bagi pelanggan untuk mengikuti link dalam hasil pencarian mesin pencari, dan mendarat di sebuah situs e-commerce yang mereka belum pernah dengar sebelumnya.
     
  • Biaya Lebih Rendah
    Salah satu sisi positif paling nyata dari e-commerce adalah biaya yang lebih rendah. Bagian dari biaya-biaya lebih rendah ini dapat diteruskan kepada pelanggan dalam bentuk pemberian diskon.
     
  • Dapat Meningkatkan Pangsa Pasar
    Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
     
  • Mencari Produk Lebih Cepat
    Hal ini tidak lagi tentang mendorong keranjang belanja ke lorong yang benar, atau produk yang diinginkan. Di sebuah situs e-commerce, pelanggan dapat mengklik navigasi intuitif atau menggunakan kotak pencarian untuk segera mempersempit pencarian produk mereka. Beberapa situs web mengingat preferensi pelanggan dan daftar belanja untuk memfasilitasi pembelian berulang.
     
  • Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
    Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
     
  • Melewati Batasan Geografis
    Jika Anda memiliki toko fisik, Anda dibatasi oleh wilayah geografis yang dapat Anda layani. Dengan situs web e-commerce, seluruh dunia adalah taman bermain Anda. Selain itu, munculnya mCommerce, yaitu, e-commerce pada perangkat mobile, telah memutuskan segala keterbatasan geografis yang tersisa.
     
  • Memperpendek Waktu Produksi
    Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Memberikan Perbandingan Berbelanja
E-commerce memfasilitasi perbandingan berbelanja. Ada beberapa layanan online yang memungkinkan pelanggan untuk menelusuri beberapa pedagang e-commerce dan menemukan harganya.

  3. Dampak positifnya, yaitu :
1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3. Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4. Melebarkan jangkauan (global reach).
5. Meningkatkan customer loyality.
6. Meningkatkan supplier management.
7. Memperpendek waktu produksi.
8. Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).
Dampak negativenya, yaitu :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.     


4.  Komponen E-Commerce
Pada praktiknya, di dalam e-commerce terdapat beberapa komponen standar yang mendukung proses operasionalnya, diantaranya adalah:

1. Produk

E-commerce mendukung penjualan berbagai jenis produk, mulai dari produk fisik hingga produk digital
  • Produk digital: ebook (baca: pengertian ebook), membership, software, musik, dan lain-lain
  • Produk fisik: buku, pakaian, gadget, makanan, dan lain-lain

2. Tempat Menjual Produk

Kegiatan e-commerce dilakukan di internet, maka dibutuhkan domain dan hosting untuk membuat website sebagai media pemasaran (baca: pengertian pemasaran)

3. Cara Menerima Pesanan

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meneriman pesanan. Diantaranya adalah dengan memanfaatkan email, telepon, SMS, Chatting (baca pengertian chatting), dan lain-lain.

4. Metode Pembayaran

Beberapa metode pembayaran e-commerce pada umumnya menggunakan transfer via ATM, kartu kredit, COD, e-payment (baca: pengertian e-payment).

5. Metode Pengiriman

Cara pengiriman barang e-commerce di Indonesia biasanya menggunakan jasa pengiriman barang (JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan lain-lain). Namun, ada juga yang menggunakan jasa antar dari Ojek Online.

6. Customer Service

Layanan pelanggan merupakan komponen yang sangat penting dalam operasional e-commerce. Aktivitas ini  
5. Ancaman E-Commerce
Ancaman atau Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga. Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
- System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
- Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.

- Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
- Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
- Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
- Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
- Repudiation dilakukan melalui email, formulir online, FAQ, telepon, chatting.
6. Jenis-Jenis E-commerce
Ada beberapa jenis transaksi di dalam e-commerce ini, antara lain bisnis ke bisnis, bisnis ke konsumen, konsumen ke konsumen atau konsumen ke bisnis. Karena itu, istilah e-commerce dan e-business selalu dikaitkan.

1. E-Commerce Business to Business (B2B)

Transaksi e-commerce ini dilakukan oleh dua belah pihak yang sama-sama memiliki kepentingan bisnis. Dua belah pihak ini saling mengerti dan mengetahui bisnis yang dijalankan.
Umumnya bisnis tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan, atau secara sederhana berlangganan. Contoh sederhana dari B2B ini yaitu produsen dan suplier yang saling bertransaksi secara online baik untuk konsultasi kebutuhan barang, hingga proses pembayarannya.

2. E-commerce Business to Consumer (B2C)

Business to consumer dilakukan oleh pelaku bisnis dan konsumen. Transaksi e-commerce ini terjadi layaknya jual-beli biasa. Konsumen mendapatkan penawaran produk dan melakukan pembelian secara online.

3. E-commerce C2C (Konsumen Ke Konsumen)

Untuk C2C, traksaksi dilakukan oleh konsumen ke konsumen. Kalau Anda sering menggunakan Tokopedia, Bukalapak, OLXdan sejenisnya, maka inilah yang dinamakan B2C e-commerce.
Transaksi jual beli di lakukan secara online melalui marketplace. Jadi C2C disini menjadi perantara antara penjual dan pembeli.

4. Consumen to Busines (C2B)

C2B adalah kebalikan B2C yang mana konsumen terakhir bertindak sebagai penjual dan perusahaan bertindak sebagai pembeli.

5. Media atau Aplikasi E-commerce

Seperti yang dijelaskan dalam pengertian e-commerce diatas, transaksi bisnis ini bergantung pada sejumlah aplikasi dan media online (baca: pengertian media online) lainnya, misalnya katalog, email, shopping carts, eb service, EDI dan file transfer protocol. Hal ini tentunya melibatkan kegiatan B2B (business to business).

7. Strategi  pemasaran dalam E-commerce

Strategi pemasaran dalam E-commerce tidak ubahnya terjadi dalam pemasaran konfensional yaitu pengambilan keputusan-keputusan tentang pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan .

Dalam strategi pemasaran, ada 4 faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran dalam E-commerce yaitu :

1. Daur hidup produk, strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
2. Posisi persaingan perusahaan dipasar yang memanfaatkan E-commerce, strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam hal persaingan usaha, apakah ingin menjadi pemimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar.
3. Situasi ekonomi, strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi
4. Penggunaan media online, dalam pemasaran melalui E-commerce perlu mempertimbangkan kehandalan berbagai media online dan cakupan areanya, demi meningkatkan daya saing dalam berbagai media yang memanfaatkan jejaring online.

a. Strategi pemasaran berdasarkan kebutuhan
di bagi dalam 4 jenis, yaitu :
1. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai
2. Merangsang kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat pembelian
3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada
4. Merangsang kebutuhan selektif dengan menjaring pelanggan baru.

b. Strategi pemasaran berdasarkan media yang di gunakan
1. Search Engine
2. Optimalisasi Google Maps
3. Kampanye Pay Per Click (PPC)
4. Promosi di media sosial
5. Penggunaan blog
6. Penggunaan video marketing
7. Surat kabar digital

c. Menggunakan afiliasi pemasaran untuk mempromosikan website e-commerce
Afiliasi pemasaran adalah usaha perolehan pendapatan antara pengiklan online dengan pedagang dalam penjualan online.

d. Membuat website e-commerce dengan aplikasi Opensource
Manfaat e-commerce secara umum :
1. Perluasan jangkauan geografis, perluasan basis pelanggan.
2. Meningkatkan visibilitas melalui search engine marketing
3. Memberikan informasi berharga tentang bisnis anda kepada pelanggan.

e. Dalam membangun atau mengelola website e-commerce, perlu memperhatikan arsitektur dan konfigurasi sistem, serta penggunaan aplikasi website e-commerce yang sesuai dengan produk yang di tawarkn dan mampu menjaga keamanan data serta komunikasi pelanggan.

f. Konfigurasi sistem aplikasi e-commerce perlu memperhatikan kehandalan sistem yang biasa di sebut dengan stateless web server dan statefull web server.

g. Konfigurasi sistem dan tool yang di gunakan, adalah enkripsi publik, key/private-key, sertivicate secure protocol, enkripsi dan tool security, penggunaan firewall, dan keamanan pemrosesan kartu kredit. Sehingga para pelanggan produk-produk yang anda tawarkan merasa memiliki pilihan produk dan keamanan data mereka dapat di pertanggungjawabkan.


   

8. Cara Membuat Website       eCommerce 



by 
Length:LongLanguages:
Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Imam Firmansyah (you can also view the original English article)
Menjalankan toko online adalah cara yang bagus untuk mendapatkan produk Anda di depan audiens yang besar. Namun, ini juga bisa memakan waktu saat Anda mempertimbangkan waktu yang Anda habiskan untuk memenuhi pesanan, mencatat inventaris Anda, dan memasarkan toko Anda.
Karena itu, platform eCommerce Anda harus mudah digunakan dan dipelihara.WordPress cocok dengan tagihan dengan sempurna karena memungkinkan Anda membuat jenis situs web dan mudah digunakan; bahkan untuk pemula
WordPress juga memiliki ribuan tema yang tersedia untuk hampir semua niche, itulah sebabnya mengapa ini adalah pilihan utama bagi banyak pemilik eCommerce.
Di posting ini, kita akan membahas bagaimana membangun sebuah website eCommerce dengan WordPress. Anda akan menemukan cara memilih tema yang tepat. Plus, kami akan menunjukkan cara mudah membuat toko online Anda aktif dan berjalan.
10. SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi pemasaran online yang bertujuan untuk menampilkan website anda di halaman pertama hasil pencarian untuk kata kunci pilihan anda.
Penggunaan strategi yang tepat dapat meningkatkan bisnis anda, namun apabila salah, bisnis anda tidak akan dapat di temukan dalam mesin pencari.
Sebagai contoh, untuk bisnis ‘toko bunga’, apabila ingin berada di halaman pertama saat orang mencari kata ‘toko bunga’ di mesin pencari (seperti Google, Yahoo, atau Bing), bisnis tersebut harus menggunakan SEO.
Masalahnya adalah, tempat di halaman pertama hasil pencarian (Search Engine Result Page – SERP) terbatas. Kurang lebih terdapat 10 tempat. Sedangkan setiap pemilik bisnis ingin agar bisnis mereka berada di halaman 1 hasil pencarian. Di sini adalah bagian penerapan strategi SEO.
 *Pertumbuhan e-commerce meningkat sejalan dengan tumbuhnya pengguna internet serta kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi secara daring.
Tingkat pertumbuhan e-commerce di Indonesia, berdasarkan data Bank Indonesia nilai transaksinya mencapai USD2,6 miliar pada 2014. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara memprediksi nilai transaksi e-commerce tahun 2016 mencapai USD4,89 miliar, naik dari USD3,56 miliar di tahun 2015.
Apa yang menjadi penentu keberhasilan sebuah situs e-commerce dan bisa membuatnya bertahan di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce saat ini?
Desain website dan apliksi
Ketika masuk ke toko konvensional, tampilan toko, tata letak, dan keramahan pramuniaga menjadi daya tarik seseorang untuk berbelanja. Maka ketika masuk ke toko daring tampilan website atau aplikasi, desain antarmuka, dan navigasi yang mudah akan membuat pelanggan lebih nyaman saat berbelanja.
Harga
Persaingan harga dapat menjadi faktor penentu keputusan orang ketika berbelanja. Situs e-commerce yang sering menawarkan harga lebih murah dengan potongan harga menarik akan membuat seseorang lebih senang berbelanja dan akhirnya merekomendasikan situs tersebut kepada orang lain.
Pilihan produk
Banyaknya pilihan produk yang ditawarkan juga menjadi penentu kesuksesan e-commerce. Bayangkan jika produk yang dijual sedikit dan banyak produk yang stoknya habis? Otomatis penjualan pada situs tersebut menjadi berkurang dan pelanggan akan beralih ke situs lain. Maka jangan heran jika saat ini situs e-commerce besar memiliki banyak pedagang meskipun produk yang dijual sama.
Pelayanan
Meskipun saat ini pelayanan di situs e-commerce serba otomatis menggunakan sistem. Tetap saja pihak e-commerce sebaiknya menyediakan layanan call center yang siap siaga menampung keluhan dan memberikan solusi kepada pelanggan dengan cepat jika terjadi masalah saat proses jual-beli.
Pemasaran kreatif
Pada era digital pemasaran dapat dilakukan berbagai macam cara dan sekreatif mungkin agar menarik perhatian hingga akhirnya banyak dibicarakan. Ketika sebuah situs e-commerce sudah banyak dibicarakan secara positif baik di dunia maya dan dunia nyata, maka akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja di situs tersebut.
Kecepatan akses
Ketika sebuah situs banyak diakses, maka semakin tinggi kapasitas bandwith, ram, dandata transfer yang dibutuhkan. Oleh karena itu, sebuah situs e-commerce harus memiliki server berkapasitas besar agar website atau aplikasi terhindar dari kondisi 'hang'.
Pilih server yang dapat memenuhi kebutuhan Anda agar situs dan aplikasi e-commercedapat memberikan respons cepat kepada pelanggan. Selain itu, perhatikan juga tingkat toleransi panas yang dihasilkan oleh server. Pilih server yang lebih sedikit menghasilkan panas. Semakin sedikit panas yang dihasilkan oleh sebuah server, maka akan semakin efisien daya yang digunakan. Tidak hanya itu, server yang lebih sedikit menghasilkan panas berarti tidak terlalu banyak memerlukan pendingin ruangan untuk menjaga kinerja server tetap optimal. Dengan demikian, selain dapat menjaga performa website dan aplikasi e-commerce, Anda pun bisa memangkas biaya pengeluaran perawatan server dan daya listrik.

* Traffic Website

1. Riset Keyword

meningkatkan traffic website
Menulis artikel berdasarkan ide pribadi saja sangat tidak disarankan. Tidak melakukan riset keyword sebelum menulis artikel adalah kesalahan fatal bagi semua pemilik website dan blog. Hanya mengandalkan ide pribadi, tanpa melakukan riset keyword, dalam menulis artikel akan menyulitkan website Anda untuk ditemukan di hasil pencarian Google.
Ide tulisan Anda bisa saja bagus dan menarik menurut Anda, tapi jika tidak ada orang yang tertarik sama sekali dengan ide tersebut, traffic website Anda akan sulit ditingkatkan. Dengan melakukan riset keyword, Anda bisa menemukan kata kunci yang banyak dicari oleh pengguna mesin pencari Google.
Anda bisa melakukan riset keyword dengan berbagai cara. Terdapat berbagai macam tools yang bisa membantu Anda menemukan keyword yang tepat untuk website dan blog Anda. Pilih salah satu dari 9 cara riset keyword yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

2. Targetkan Long Tail Keyword

meningkatkan traffic website 2
Ketika melakukan riset keyword, Anda akan menemukan dua jenis keyword, yaitu short tail keyword dan long tail keyword. Short tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari satu sampai dua kata. Misalnya, kata kunci seperti “membuat blog” atau “contoh blog”.
Kata kunci jenis short tail cenderung memiliki volume pencarian tinggi, tetapi dengan persaingan yang tinggi pula. Untuk memenangkan persaingan di short tail keyword biasanya lebih sulit karena hampir semua website menargetkannya.
Sebelum memenangkan persaingan ketat di short tail keyword, Anda bisa menargetkan long tail keyword terlebih dahulu. Long tail keyword adalah kata kunci yang terdiri dari lebih dari tiga kata. Misalnya, “cara membuat website dengan WordPress” atau “cara membuat toko online”.
Jenis kata kunci ini biasanya memiliki volume pencarian lebih rendah daripada short tail keyword, tetapi tingkat persaingannya cenderung lebih rendah. Anda bisa mulai menargetkan ranking tinggi di long tail keyword terlebih dahulu sebelum bersaing di short tail keyword.

3. Gunakan LSI Keyword

Dari riset keyword Anda akan mendapatkan banyak kata kunci untuk ide artikel Anda. Namun, seringkali tool riset keyword memberikan kata kunci kaku dengan variasi yang terbatas. Sistem yang digunakan tool riset keyword biasanya menyeragamkan beberapa kata kunci yang serupa menjadi satu kata kunci. Akibatnya variasi kata kuncinya terbatas.
Padahal tidak semua orang menggunakan satu kata kunci yang sama persis ketika mencari sebuah topik. Orang-orang menggunakan berbagai macam variasi kata kunci untuk mencari topik tertentu. Anda perlu mengetahui variasi kata kunci tersebut agar artikel Anda menjadi lebih manusiawi.

8. Cara menggunakan E-Commerce

Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik, terutama internet. E-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

M. Suyanto (2003) mengatakan, e-commerce (EC) merupakan konsep baru yang bisa digambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada World Wide Web internet (Shim, Qureshi, Siegel, 2000) atau proses jual beli atau pertukaran produk, jasa dan informasi melalui jaringan informasi termasuk internet (Turban, Lee, king, Chung, 2000).

Menurut David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.

Kalakota dan Whinston (1997) mendefinisikan e-commerce dari beberapa perspektif beriku:

Dari  perspektif komunitas, e-commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan, atau pembayaran melalui telepon, jaringan komputer atau sarana elektronik lainnya.

Dari  perspektif proses bisnis, e-commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.

Dari  perspektif layanan, e-commerce merupakan satu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan ketepatan pelayanan.

·         Dari  perspektif on line, e-commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya

Association for Electronic Commerce secara sederhana mendefinisikan e-Commerce sebagai "mekanisme bisnis secara elektronis". Di sisi lain,CommerceNet, sebuah konsorsium industri, memberikan definisi yang lebih lengkap, yaitu "penggunaan komputer yang saling terhubung sebagai sarana penciptaan relasi bisnis". Kemudian ditambahkan bahwa di dalam e-Commerce terjadi "proses pembelian dan penjualan jasa atau produk antara dua belah pihak melalui internet atau pertukaran dan distribusi informasi antardua pihak di dalam satu perusahaan dengan menggunakan intranet".

Sementara Amir Hartman dalam bukunya "Net-Ready" (Hartman, 2000) secara lebih terperinci lagi mendefinisikan e-Commerce sebagai "suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan menggunakan internet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua buah institusi (B-to-B) maupun antarinstitusi dan konsumen langsung (B-to-C)".

Eko Indrajit menyebutkan bahwa dari semua definisi di atas memperlihatkan bahwa e-Commerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. ·         Terjadinya transaksi antara dua belah pihak;
  2. ·         Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; dan
  3. ·         Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda