Tugas Laporan Study Tour
Tugas Laporan Study Tour
C59
Sejarah Perusahaan Caladi Lima Sembilan atau lebih dikenal dengan C59 adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri garmen, khususnya TShirt sablon. Didirikan bertepatan dengan pernikahan Pak Marius Widyarto dengan Ibu Maria Goreti Murniati. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan T-Shirt yg terkenal di dalam negeri dan telah memasarkan produknya sampai manca Negara. Berawal dari hobi dari bapak Marius Widyarto atau lebih akrab dipanggil pak Wiwied yang senang membuat kaos-kaos untuk kelas atau kaos ekstarkurikuler dari masa SMU. Dengan modal hanya dengan dua orang karyawan, satu mesin jahit dan satu mesin obras yang didapatkan dari hasil menjual kado-kado pernikahannya dengan ibu Maria Goreti Murniati, pak Wiwied mulai menjalankan usaha kaos keci-kecilan yang diberi nama C59. Nama C59 sendiri berasal dari alamat rumah, dimana Pak Wiwid, dan istrinya pertama kali tinggal, yaitu di Jalan “Caladi No.59, Bandung”. Alasannya sangat sederhana, yaitu agar pembeli lebih mudah apabila ingin memesan atau membeli lagi. Yang pada akhirnya dijadikan sebagai komitmen untuk memberikan layanan jasa terbaik, sesuai waktu dan kualitas yang diinginkan konsumen. Kemampuannya dalam bergaul ia gunakan untuk mencari klien dari satu komunitas ke komunitas lain yang ingin dibuatkan kaos. Model bisnis yang pertama kali dijalankan Pak Wiwid dan istrinya ini adalah dengan melayani pesanan T-shirt bergambar (sablon) dari perorangan, sekolah-sekolah, perguruan tinggi maupun instansi Pemerintahan di Bandung. Pak Wiwied tidak hanya mendesain dan 4 menyablon saja, tapi juga mengerjakan semuanya. Mulai dari menerima pesanan, membeli bahan, mencelup, menggunting, menyablon, menjahit, sampai mengemas. Walaupun pada saat itu pengerjaannya masih manual belum menggunakan komputer. Kemudian pada tahun 1985, C59 mulai menunjukan keunggulan dari segi bahan T-shirt, jenis sablon, dan teknik pisah warna. Di samping itu C59 juga sangat memperhatikan kepuasan pelanggan, dengan dapat mengikuti secara langsung bagaimana desain kaos pesanan tersebut di buat. Dan ternyata pesanan perusahaan semakin meningkat. Pak Wiwied mengaku dirinya sempat kesulitan untuk mendapatkan modal agar usahanya bisa diperbesar. Namun berkat kegigihan Wiwied dalam membangun relasi. Wiwied pun berhasil menggandeng sebuah bank swasta yang bisa memberinya kucuran dana untuk mengokohkan nama C59. Dengan adanya bantuan dana dari bank pak Wiwied dapat mengembangkan usahanya sehingga pada tahun 1986 C59 beroperasi dengan 20 mesin jahit. Pada tahun 1990, Wiwied berhasil mendirikan sebuah pabrik di Cigadung Permai yang dibangunnya dengan mencicil. Di pabrik ini, pembuatan kaos tak hanya dilakukan secara manual tapi sudah berbaur dengan teknologi. Mulai saat itu, usaha Wiwied pun mengalami perluasan dari semula pembuatan kaos pesanan merambah ke retail. Di tahun yang sama pula Wiwied mendirikan toko retail yang pertama di Jalan Tikukur No 10. Untuk mengukuhkan usahanya, pada tahun 1993-1994 C59 resmi berbentuk Perseroan Terbatas (PT) Caladi Lima Sembilan dengan Bapak Marius Widyarto Wiwied sebagai Direktur Utama (hingga saat ini), yang di lanjutkan dengan ekspansi ke beberapa kota di Indonesia dengan membuka Toko sendiri dan bekerjasama dengan Ramayana Department Store sebagai saluran distribusi ke Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Ujung Pandang, Lampung dan Malang
kunjungan mesjid istiglal
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sering kali kita dengar dengan membaca diberbagai media elektronik tentang berbagai obyek wisata seperti Lubang Buaya, Masjid Istiqlal, dan Dunia Fantasi. Obyek-obyek wisata tersebut menawarkan keindahan dan kenyamanan berwisata juga pengetahuan bagi pengunjung.Dari uraian tersebut maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa sajakah yang tersedia di Lubang Buaya, Masjid Istiqlal, dan Dunia Fantasi sehingga mampu menarik minat ribuan pengunjung untuk datang setiap harinya. Karena alasan itulah karya tulis ini dibuat
B. Tujuan
PenyusunanSebagai laporan sekolah mengikuti widya wisata ke kota Jakarta yang telah dilakukan oleh siswa-siswi kelas VIII SMP Negeri 1 Karangsambung memiliki tujuan sebagai berikut :
a. Memberikan gambaran dan penjelasan tentang sejarah berdirinya masjid istiqlal, Monumen Pancasila Sakti, Dunia Fantasi.
b. Menambah pengetahuan kami dimasa yang akan datang.
c. Menambah wawasan pengetahuan bagi pembaca.
C. Metode Penyusunan
Dalam metode penyusunan kami menggunakan dua metode yakni sebagi berikut :a. Metode Survei yaitu metode yang kami lakukan dengan cara meninjau dan mengamati secara langsung ke obyek wisata yang ditujui.b. Metode Kepustakaan yaitu metode yang dilakukan dengan cara membaca mencari buku diperpustakaan yang berhubungan dengan hal ini.
BAB IIISI LAPORAN
A. Masjid IstiqlalMasjid Istiqlal adalah masjid negara Republik Indonesia yang terletak di pusat ibukota Jakarta. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno di mana pemancangan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah.Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik, dan sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun demikian bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.Pada tiap hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad dan Isra dan Mi'raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional (TVRI) dan sebagian televisi swasta.B. Nama MasjidMasjid Istiqlal merupakan masjid negara Indonesia, yaitu masjid yang mewakili umat muslim Indonesia. Karena menyandang status terhormat ini maka masjid ini harus dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menggambarkan semangat perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Masjid ini dibangun sebagai ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam, atas berkat dan rahmat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan, terbebas dari cengkraman penjajah. Karena itulah masjid ini dinamakan "Istiqlal" yang dalam bahasa Arab berarti "Merdeka".
C. SejarahSetelah perang kemerdekaan Indonesia, mulai berkembang gagasan besar untuk mendirikan masjid nasional. Ide pembangunan masjid tercetus setelah empat tahun proklamasi kemerdekaan. Gagasan pembangunan masjid kenegaraan ini sejalan dengan tradisi bangsa Indonesia yang sejak zaman kerajaan purba pernah membangun bangunan monumental keagamaan yang melambangkan kejayaan negara. Misalnya pada zaman kerajaan Hindu-Buddha bangsa Indonesia telah berjaya membangun candi Borobudur dan Prambanan. Karena itulah di masa kemerdekaan Indonesia terbit gagasan membangun masjid agung yang megah dan pantas menyandang predikat sebagai masjid negara berpenduduk muslim terbesar di dunia
D. PerencanaanPada tahun 1950, KH. Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di Deca Park, sebuah gedung pertemuan di jalan Merdeka Utara, tidak jauh dari Istana Merdeka. Pertemuan dipimpin oleh KH. Taufiqurrahman, yang membahas rencana pembangunan masjid. Gedung pertemuan yang bersebelahan dengan Istana Merdeka itu, kini tinggal sejarah. Deca Park dan beberapa gedung lainnya tergusur saat proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas) dimulai.Masjid tersebut disepakati akan diberi nama Istiqlal. Secara harfiah, kata Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang berarti: kebebasan, lepas atau kemerdekaan, yang secara istilah menggambarkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat berupa kemerdekaan bangsa.Pada pertemuan di gedung Deca Park tersebut, secara mufakat disepakati H. Anwar Tjokroaminoto sebagai ketua Yayasan Masjid Istiqlal. Beliau juga ditunjuk secara mufakat sebagai ketua panitia pembangunan Masjid Istiqlal meskipun beliau terlambat hadir karena baru kembali ke tanah air setelah bertugas sebagai delegasi Indonesia ke Jepang membicarakan masalah pampasan perang saat itu.Pada tahun 1953, Panita Pembangunan Masjid Istiqlal, melaporkan rencana pembangunan masjid itu kepada kepala negara. Presiden Soekarno menyambut baik rencana tersebut, bahkan akan membantu sepenuhnya pembangunan Masjid Istiqlal. Kemudian Yayasan Masjid Istiqlal disahkan dihadapan notaris Elisa Pondag pada tanggal 7 Desember 1954.Presiden Soekarno mulai aktif dalam proyek pembangunan Masjid Istiqlal sejak beliau ditunjuk sebagai Ketua Dewan Juri dalam Sayembara maket Masjid Istiqlal yang diumumkan melalui surat kabar dan media lainnya pada tanggal 22 Februari 1955. Melalui pengumuman tersebut, para arsitek baik perorangan maupun kelembagaan diundang untuk turut serta dalam sayembara itu.Terjadi perbedaan pendapat mengenai rencana lokasi pembangunan Masjid Istiqlal. Ir. H. Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI) berpendapat bahwa lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat Muslim dan waktu itu belum ada bangunan di atasnya.Sementara itu, Ir. Soekarno (Presiden RI saat) mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di dalamnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka. Hal ini sesuai dengan simbol kekuasaan kraton di Jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid harus selalu berdekatan dengan kraton atau dekat dengan alun-alun, dan Taman Medan Merdeka dianggap sebagai alun-alun Ibu Kota Jakarta. Selain itu Soekarno juga menghendaki masjid negara Indonesia ini berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta untuk melambangkan semangat persaudaraan, persatuan dan toleransi beragama sesuai Pancasila.Pendapat H. Moh. Hatta tersebut akan lebih hemat karena tidak akan mengeluarkan biaya untuk penggusuran bangunan-bangunan yang ada di atas dan di sekitar lokasi. Namun, setelah dilakukan musyawarah, akhirnya ditetapkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina. Untuk memberi tempat bagi masjid ini, bekas benteng Belanda yaitu benteng Prins Frederick yang dibangun pada tahun 1837 dibongkar.
Laporan Singkat Perjalanan KKL: Monumen Nasional (DKI Jakarta)27DES1. Selayang Pandang Monumen Nasional (Monas)
Monumen Nasional (Monas) merupakan salah satu destinasi pariwisata yang terkenal di Jakarta. Bahkan Monas sudah menjadi ikon Negara Indonesia di mata dunia. Pembangunan Monas dilakukan untuk mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan revolusi Kemerdekaan Rakyat Indonesia 17 Agustus 1945. sehingga diharapkan dapat membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi masa mendatang.
Monas beralamatkan di Jalan Silang Monas, Jakarta. Pembangunan Monas dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 namun baru diresmikan oleh Presiden Soekarno dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 juli 1975. Pembangunan ini ditaksir menghabiskan biaya 7 Milyar rupiah dan apabila dijual, lidah apinya sendiri bisa mencapai 14 juta rupiah atau 1/50 dari total biaya pembangunan tersebut.
2. Spesifikasi Bangunan Monas
Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer. Monas memiliki beberapa bagian bangunan penting, diantaranya:
Lidah Api, kita dapat melihat bagian ini pada bagian puncak monas. Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.
Pelataran Puncak, bagian inilah yang menjadi tujuan utama para pengunjung saat mengunjungi Monas. Pelataran puncak berbentuk persegi dengan luas 11×11 m atau 121 meter persegi. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit dengan waktu tempuh 1 menit/ ruangan. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta
Pelataran BawahPelataran bawah sering juga disebut bagian cawan dari monas. pelataran bawah juga berbentuk persegi dengan luas 45×45 m atau 2025 meter persegi . Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. untuk sampai pada bagian ini, kita harus menggunakan lift dan berhenti di lantai nomor 2. dari sini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah
Museum Sejarah Perjuangan NasionalDi bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas berbentuk persegi yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Luas dari museum ini adalah 80×80 m atau 6400 meter persegi. museum ini terhubung langsung dengan pintu masuk Monas yang melewati lorong bawah tanah yang cukup panjang. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.
3. Pengelolaan Monas
Pengelolaan Monas dilakukan oleh pemerintah daerah DKI Jakarta (PEMDA DKI). Pengelolaan ditaksir mencapai angka 5 milyar. Untuk menyokong biaya tersebut, direncanakan tarif masuk ke Puncak monumen Nasional Jakarta dinaikkan sebesar 30 persen. Tarif masuk ke cawan bagi dewasa/umum semula Rp2.500 per orang menjadi Rp5.000/orang, mahasiswa semula Rp1.000 menjadi Rp3.000. Kemudian, tarif anak-anak/pelajar semula Rp1.000 menjadi Rp2.000, dan tarif rombongan dengan jumlah minimal 20 orang berubah menjadi minimal 30 orang diberikan keringanan 25 persen. Sementara, tarif ke puncak tugu bagi dewasa/umum semula Rp7.500 naik menjadi Rp10.000, mahasiswa dari Rp3.500 menjadi Rp5.000, dan rombongan yang tadinya minimal 20 menjadi 30 orang dengan keringanan 25 persen. Tapi, untuk tarif anak-anak/pelajar malah turun dari Rp3.500 menjadi Rp2.000.
kunjungi Ancol
viBAB 1PENDAHULUAN
A. Latar belakang Widya wisata merupakan sarana refreshing social education terhadap aktifitas rutin Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Oleh sebab itu, pemilihan objek wisata yang dikunjungi bukan untuk refreshing semata, namun harus ada nilai-nilai social dan pendidikan supaya dapat menambah hubungan baik antar sesama manusia maupun lingkungan dan dapat menambah pengetahuan tentang lingkungan sekitar yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air karena keindahan alam ataupun nilai sejarah objek wisata yang dikunjungi. SMP NEGERI 1 PATIMUAN, sebagai lembaga pendidikan memiliki visi misi yaitu “Unggul Dalam Mutu Santun Dalam Perilaku”.Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah memprogramkan kurikulum widya wisata diantara kurikulum lain yang wajib ditempuh. Wujud nyata dalam pelaksanaan widya wisata yaitu menyusun karya tulis sebagai laporan pertanggungjawaban atau bukti bahwa penyusun karya tulis telah mengikuti widya wisata dan adanya kerja sama dari masing-masing siswa untuk menyusun karya tulis secara berkelompok. Selain itu, karya tulis wajib disusun karena untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. B. Tujuan KegiatanWidya wisata ini memiliki tujuan antara lain :1) Menambah pengetahuan dan wawasan.2) Melatih diri untuk bekerja sama khususnya saling menukar informasi antar siswa dalam kelompok maupun diluar kelompok.3) Menanamkan rasa tanggung jawab untuk menjalankan semua tugas yang diberikanC. MetodeAda beberapa metode yang kelompok kami lakukanseperti :1. Metode Pengamatan, yaitu metode pengamatan secara langsung ke lokasi obyek wisata.2. Metode Internet, membantu mempermudah dalam pencarian informasi situs obyek wisata 3. Metodee.kelompok, kami dengan berdiskusi berkelompok, kita bisa menghasilkan sebuah karya yang memuaskan.
1
BAB IIPEMBAHASAN
Kegiatan widyawisata SMP Negeri 1 Patimuan dilaksanakan ke Jakarta pada tanggal 15 Juni 2014 sampai dengan tanggal 17 Juni 2014. Kegiatan tersebut berdasarkan jadwal sebagai berikutA. PersiapanPada tanggal 15 Juni 2014 kami mulai melakukan persiapan untuk mengikuti Studytour yang diadakan oleh sekolah kami dengan tujuan wisata ke Jakarta. Karena kami berangkat malam, jadi kami di siang hari melakukan persiapan dan menyiapkan perlengkapan dan perbekalan yang di perlukan untuk Studytour. Setelah selesai kami berangkat ke Sekolah dan berkumpul dahulu di Aula SMP Negeri 1 Patimuan pada pukul 19.00 WIB untuk diberi pengarahan seputar perjalanan menuju ke lokasi yang dituju.B. Pemberangkatan.Pada saat diperjalanan kami tidak bisa melihat dengan jelas karena sudah larut malam. dan sekitar pukul 22.30 WIB Bus kami berhenti di sebuah SPBU karena akan mengisi bahan Bakar Minyak dan beristirahat sejenak. Selesai pengisian BBM, bus kami segera di berangkatkan kembali untuk melanjutkan perjalanannya ke Jakarta.Sekitar pukul 02.00 WIB Bus kami berhenti lagi di sebuah tempat khusus pemberhentian Bus sekaligus tempat makan para penumpang bus. Sekitar kurang lebih 15 menit bagi kami dan juga teman selesai acara makan-makan, Bus segera di berangkatkan kembali melanjutkan perjalanannya. Berhubung waktu masih larut malam dan kami merasa mengantuk jadi kami pun tertidur, tanpa kami sadari perjalanan hampir tiba ditempat tujuan, namun bus berhenti sejenak di Tol 97 KM, pada pukul 04.00 WIB untuk melakukan ibadah sholat subuh dan sambil menunggu waktu pagi agar kami tepat waktu di tempat Obyek wisata pertama yang dituju.
C. Lokasi Obyek Wisata
1. Taman Mini Indonesia indah ( TMII )Setelah cukup pagi, kami melanjutkan perjalanan hingga akhirnya Bus kami tiba di Obyek wisata yang pertama yaitu di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ). Di tempat obyek wisata TMII tersebut terdapat berbagai rumah adat sambil melihat suasana seputaran daerah TMII, kami lupa mendengarkan arahan dan penjelasan pemandu wisata dari bus kami tentang latar belakang atau sejarah TMII. Tanpa kami sadari kami telah sampai di tempat parkiran bus dan kami pun mandi disana, setelah selesai mandi kami semua peserta Studytour berkumpul di Tugu Pancasila untuk sarapan pagi. Selesai itu kami berjalan-jalan mengelilingi TMII.Taman Mini Indonesia Indah (TMII).yang merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
Menurut sumber, gagasan pembangunan suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Gagasan ini tercetus pada suatu pertemuan di Jalan Cendana no. 8 Jakarta pada tanggal 13 Maret 1970. Melalui miniatur ini diharapkan dapat membangkitkan rasa bangga dan rasa cinta tanah air pada seluruh bangsa Indonesia. Maka dimulailah suatu proyek yang disebut Proyek Miniatur Indonesia "Indonesia Indah", yang dilaksanakan oleh Yayasan Harapan Kita.
TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektare. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia.
3
TMII memiliki logo yang pada intinya terdiri atas huruf TMII, Singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah". Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini "Indonesia Indah" ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.
Menjelang pergantian tahun baru juga, pengunjung TMII telah melebihi target yaitu sekitar 80 ribu pengunjung. Dan untuk menyambut itu, TMII juga tidak tinggal diam. Pihak Manajemen TMII mempersiapkan berbagai inovasi mulai dari teknologi maupun peningkatan kualitas fasilitas wahana dan pagelaran program. Ia menambahkan, untuk strategi promosi memang selain TMII telah gencar tetapi juga disebabkan menurutnya dengan usia dan jam terbang TMII, sudah tidak diragukan publik. Terlebih wisatawan mancanegara (Wisman) yang mengunjungi Indonesia pada umumnya merasa belum lengkap jika tidak mengunjungi TMII. Apalagi wisman yang memang ingin mengetahui setidaknya miniatur Indonesia, akan memastikan dirinya wajib mengunjungi.TMII. Untuk pengunjung lokal dari semua provinsi terutama didominasi pulau Jawa. Untuk wisman terbanyak dari Asia, sementara untuk Eropa kurang mungkin karena sedang krisis juga.
Demikian informasi singkat menurut sumber yang kami dapat mengenai tentang TMII. Mengingat waktu sudah cukup siang, kami pun melanjutkan perjalanan ketempat wisata yang ke dua sebelum sampai tujuan kami sempet melihat-lihat wilayah kota Jakarta seperti Bundaran HI ( Hotel Indonesia ), gedung KPK ( komisi Pemberantasan Korupsi ), Pertamina , Masjid Istiqlal dan tanpa kami sadari kami telah sampai tujuan wisata ke dua yaitu Ancol.
4
2. Obyek wisata Ancol
Setiba Ancol, kami langsung turun dari Bus untuk berjalan-jalan ingin menikmati berbagai suasana di wahana yang telah disediakan oleh pihak pengelola Ancol. Taman dan pantai merupakan wahana hiburan yang menawarkan kesegaran suasana pantai bagi semua kalangan dan usia. Pantai dan Taman memiliki 5 pantai (Pantai Festival, Indah, Elok, Ria dan Carnival Beach Club) dan Danau Impian, sepanjang kurang lebih 5 km, dengan promenade sepanjang 4 km. Pantai ini letaknya dekat dengan Dufan, pada sore hari pa ra turis-turis menikmati indahnya pantai ancol terutama menantikan saat-saat akan terbenamnya matahari. Di pantai ini suasananya sangat sejuk sehingga menarik wisatawan.
v Sejarah
Menurut sumber, sejak awal berdirinya pada tahun 1966, Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pemda DKI menunjuk PT Pembangunan Jaya sebagai Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan peningkatan perekonomian nasional serta daya beli masyarakat. Sejalan dengan perkembangan perusahaan yang semakin meningkat pada tahun 1992 status Badan Pelaksana Pembangunan (BPP) Proyek Ancol diubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol sesuai dengan akta perubahan No. 33 tanggal 10 Juli 1992 sehingga terjadi perubahan kepemilikan dan prosentase kepemilikan saham, yakni 20% dimiliki oleh PT Pembangunan Jaya dan 80% dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta.
Pada 2 Juli 2004 Ancol melakukan “go public” dan mengganti statusnya menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dengan kepemilikan saham 72% oleh Pemda DKI Jakarta dan 18% oleh PT Pembangunan Jaya dan 10% oleh masyarakat. Langkah “go public” ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja perusahaan, karena akan lebih terkontrol, terukur, efisien dan efektif dengan tingkat profesionalisme yang tinggi serta menciptakan sebuah Good & Clean Governance. Kinerja dan citra yang positif ini akan menjadikan perusahaan terus tumbuh dan berkembang secara sehat pada masa depan. PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk juga melakukan upaya repositioning dengan diluncurkannya logo Ancol yang baru pada 10 Juli 2005
Objek wisata di Ancol dikelola oleh anak perusahaannya terutama oleh PT Taman Impian Jaya Ancol (“TIJA”) yang meliputi pengelolaan kawasan pariwisata (rekreasi dan resor) dan kegiatan usaha penunjang: entertainment, konvensi dan wisata belanja. PJAA mengelola “area pariwisata terintegrasi” seluas 552 Ha, lokasi dekat pantai, terbaik di Jakarta dengan kemudahan akses melalui jalan tol, busway dan kereta api.
5
3. Dunia fantasi ( DUFAN )
Dalam perjalanan dari Ancol menuju Dufan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja kami sampai di Dufan. disana kami menikmati berbagai wahana yang ada.
v Lokasi
Dunia Fantasi terletak tidak jauh dari Ancol Bay, kemudian digabung diatas tanah seluas
287 Ha. Jumlah pegunjung wisatawan tiap hari rata-rata mencapai 8.000 – 11.000 orang
dan diresmikan pada tanggal 25 agustus 1985.
v Ciri khas Dunia Fantasi ( Dufan )
Dufan mempunyai keajaiban dan kegembiraan yang membuat pengunjung me rasa puas dan
senang, baik pengunjung dalam negri maupun mancanegara.
v Obyek-obyek permainan Dufan
Obyek-obyek permainan dufan yaitu suatu cara yang mampu membuat pe ngunjung mertasa
gembira, takut,menantang dan memuaskan.
Adapun permainan-permainan yang ada di Dufan antara lain :
1. Biang lala
Permainan tersebut berbentuk lingkaran yang terbuat dari besi dengan alat putar tenaga listrik,dan dipermainan ini kita dapat melihat seluruh bagian kota Jakarta sekaligus pantai yang indah.
2. Kereta Halilintar
Permainan tersebut adalah permainan yang sangat menantang,sehingga pengunjung yang ikut didalamnya merasa takut tetapi ada pula pengunjung yang merasa senang dan menikmati permainan kereta halilintar tersebut.
3. Rumah miring
Rumah miring ini sebenarnya tegak, akan tetapi hanya didalamnya yang terdapat tangga yang berposisi miring, maka jika kita menaiki tangga tersebut rumah itu akan kelihatan miring.
4. Misteri
Permainan ini sangat menyeramkan, karena menggambarkan dunia gaib dengan seolah-olah kita melihat makhluk gaib yang nyata.
6
5. Rumah kaca
Rumah kaca adalah rumah yang dindingnya terbuat dari kaca, sehingga ba yangan diri kita dapat terpantulkan.
6. Gajah terbang
Gajah terbang adalah permainan yang naik turun seperti ombak laut yang membuat pengunjung merasa senang.
7. Arum jeram
Permainan ini sangat menyenangkan karena terdapat arum jeram, sungai buatan yang membuat pengunjung yang meniakinya akan basah.
8. Perahu ayun ( Kora-kora )
Perahu ayun / kora-kora adalah permainan yang diayun menggunakan lis trik. Permainan ini seperti ayunan yang membuat pengunjung yang menai kinya merasa ketakutan dan menjerit. Jika kita naik perahu ayun ini jantung kita terasa akan copot,namun disisi lain permainan ini menyenangkan.
9. Kursi terbang
Kursi terbang ini dapat beterbangan di udara, permainan ini menggunakan tenaga listrik. Kursi ini berputar sangat kencang dan membuat pengunjung yang menaikinya merasa takut.
10. Video game
Permainan ini sangat mengasikan, karena permainan ini kita dapat menik mati permainan seperti motor balap.
11. Mobil senggol
Permainan ini sangat mengasyikan dan membuat pengunjung merasa senang. Cara kerja mobil ini sangat otomatis dengan tenaga listrik yang di sangkutkan ke kawat-kawat.
12. Istana boneka
Istana boneka adalah tempat yang didalamnya terdapat berbagai macam boneka yang menggambarkan kebudayaan penjuru dunia.
13. Perang bintang
Permainan ini sangat memuaskan dan menyenangkan hati pengunjung. Dalam permainan ini kita berperang melawan monster atau makhluk lain nya.
14. Panggung gembira
Panggung gembira adalah panggung dimana putra dan putrid Indonesia dapat mementaskan seperti menari dan menyanyi, panggung ini
juga di gunakan untuk pentas band.
7
D. Selesai pelaksanaan Studytour
Tidak terasa kami sadari bahwa waktu sudah terlalu sore, kamipun bergegas menuju pintu keluar dan menuju ke sekitar Pantai Ancol untuk melakukan berbagai aktifitas seperti : mandi, sholat maghrib dan makan malam. setelah malam kami pun bersantai menikmati udara yang segar, sesambil kami bersantai kami mengikuti undian yang diadakan oleh panitia studytour. Setelah selesai kami bergegas untuk pulang ke rumah. Karena terlalu lelah kamipun tertidur di bus, dan tanpa kami sadari kami telah sampai di pusat perbelanjaan oleh-oleh. Disana kami membeli berbagai jenis oleh-oleh. setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan pulang sebelum sampai ditujuan kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan melekukan ibadah sholat subuh. Setelah selesai karena kami masih terlalu lelah, jadi kami beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah. Kami disana cukup lama dan setelah kami merasa sudah tidak lelah lagi akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan pulang. tanpa kami sadari kami telah sampai di sekolah dan kami pulang semua kerumah masing-masing.
TANAH ABANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1.LATAR BELAKANG Tanah Abang merupakan suatu kawasan di Jakarta yang terkenal sebagai pusat perdagangan berbagai macam produk yang dijual secara grosir mau pun eceran. Berbagai macam pilihan produk dan murahnya harga yang ditawarkan membuat tempat ini menjadi ‘surga belanja’ yang selalu didatangi banyak orang, baik sebagai andalan berbelanja dengan harga miring atau pun untuk dijual kembali bagi warga Jabodetabek mau pun pengunjung dari luar kota hingga luar negeri. Sebagai kawasan perdagangan yang besar, aspek transportasi menuju kawasan ini merupakan bagian yang sangat integral dalam kelancaran aktivitas di kawasan ini. Salah satu dari pilihan transportasi yang paling diminati untuk mencapai kawasan ini ialah KRL (Kereta Rel Listrik) atau yang disebut Commuter Line Jabodetabek karena paling nyaman, efisien, terhindar dari kemacetan serta harganya yang masih terjangkau. Seiring dengan perkembangan fasilitas dan pelayanan jasa transportasi ini , stasiun di kawasan ini, yaitu Stasiun Tanah Abang terus menerus semakin dipadati oleh penumpang yang hendak berpergian ke pasar Tanah Abang. Selain itu, peran stasiun ini sebagai stasiun transit menambah jumlah penumpang yang harus singgah di stasiun ini. Karena letaknya berada di kawasan Tanah Abang, kebanyakan penumpang yang pergi dan datang merupakan pembeli-pembeli di pasar Tanah Abang. Para pembeli ini memiliki beberapa ciri khusus yang menjadikan suasana stasiun ini khas dibanding dengan stasiun KRL lain. Sebagian bersar dari mereka umumnya wanita dan membawa barang dalam jumlah banyak setelah berbelanja. Meski ada yang berpergian sendiri, banyak pula yang berkelompok bahkan membawa anak-anak dan bayi pula. Karena hal-hal tersebut, tentunya mobilitas mereka pun lebih sulit dan lambat dibanding pelaju KRL pada umumnya, ditambah lagi bila penumpang tersebut berasal dari luar kota dan tidak berpergian ke Tanah Abang secara rutin, sehingga mengalami kesulitan dalam mencari arah. Selain itu, lelahnya berbelanja di tempat yang sangat luas membuat mereka lebih cepat lelah sehingga memilih untuk duduk-duduk di lantai stasiun dan mengganggu sirkulasi penumpang lainnya dan memperparah kondisi stasiun yang sudah cukup penuh. Semakin diandalkannya KRL oleh masyarakat membuat kawasan terdekat stasiun berkembang pesat menjadi ‘perluasan’ pasar yang menjadikan kawasan ini sangat padat dan blok-blok yang lebih jauh menjadi lebih sepi. Tidak hanya itu, banyak pedagang yang memanfaatkan trotoar bahkan jalan kendaraan untuk berjualan, meski pun jalan sudah cukup sempit dan padat oleh angkutan perkotaan, bajaj, ojek yang mangkal di pinggir stasiun. Bila hal ini terus menerus dibiarkan, pedagang yang memiliki toko akan menutup toko-toko mereka dan berpindah ke jalan untuk ‘menjemput pembeli’ dan jalan di depan stasiun akan semakit terjadi kemacetan. PENGEMBANGAN STASIUN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT TA 140 2 Dengan banyaknya permasalahan di atas, dibutuhkan suatu respon adaptif terhadap kondisi dan peran stasiun ini sebagai stasiun di kawasan tanah abang yang merupakan area perdagangan yang sangat penting dan kompleks. Dengan adanya perancangan ulang stasiun ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan setiap jenis penumpangnya, pedagang, penyedia jasa layanan transportasi serta pengguna jalan dalam suatu sistem yang teratur tanpa saling merugikan satu sama lain. 1.2.TUJUAN DAN SASARAN a. Tujuan Untuk mendapatkan landasan konseptual perencanaan dan perancangan ulang bangunan Stasiun Tanah Abang sebagai solusi pemenuhan kebutuhan akan fasilitas sarana transportasi yang kontekstual bagi penumpang Stasiun Tanah Abang. b. Sasaran Terwujudnya langkah dalam perancangan ulang bangunan Stasiun Tanah Abang berdasarkan aspek-aspek panduan perancangan. Dalam hal ini berkaitan dengan konsep-konsep perancangan, program ruang, dan lainnya. 1.3.MANFAAT a. Secara Subjektif Untuk memenuhi persyaratan Tugas Akhir Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Program Studi S1 Universitas Diponegoro dan sebagai acuan bagi melanjutkan tahapp penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dalam pembuatan Tugas Akhir. b. Secara Objektif Sebagai tambahan ilmu pengetahuan mengenai bangunan fasilitas transportasi berupa stasiun bagi mahasiswa yang akan menempuh Tugas Akhir, mahasiswa arsitektur lainnya serta masyarakat luas. 1.4.RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Ruang lingkup pembahasan menitikberatkan pada berbagai hal yang terkait dengan perencanaan dan perancangan Stasiun Tanah Abang ditinjau dari ilmu arsitektur. Hal-hal di luar ilmu arsitektur akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung judul ini. Konteks tapak dan lokasi tapak merupakan area eksisting stasiun Tanah Abang yang berada di kawasan perdagangan – pusat perbelanjaan Tanah Abang di Jakarta Pusat harus menjadi pertimbangan dalam mendesain. Aspek yang perlu diperhatikan ialah aksesbilitas serta fasilitas terkait karakteristik penumpang di stasiun Tanah Abang dan beberapa potensi lain yang dimiliki oleh tapak Stasiun Tanah Abang. 1.5.METODE PEMBAHASAN Berikut metode yang digunakan dalam penyusunan penulisan ini antara lain: PENGEMBANGAN STASIUN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT TA 140 3 Metode Deskriptif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara studi pustaka, data dari instansi terkait, wawancara, observasi lapangan serta browsing internet. Metode Dokumentatif, yaitu melakukan dokumentasi data dengan memperoleh foto Metode Komparatif, yaitu dengan melakukan studi banding terhadap bangunan stasiun yang telah ada. Dari data yang terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa unuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai karakterisitik dan kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Redesain Stasiun Tanah Abang. 1.6.SISTEMATIKA PEMBAHASAN Kerangka bahasan laporan perencanaan dan perancangan Tugas Akhir dengan judul Redesain Stasiun Tanah Abang Jakarta Pusat berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisikan latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode penulisan dan sistematika bahasan yang mengungkapkan permasalahan secara garis besar serta alur pikir dalam menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan (LP3A). BAB II TINJAUAN PUSTAKA Membahas mengenai literatur tentang tinjauan umum stasiun dan angkutan kereta perkotaan, tinjauan teoritis mengenai standar – standar perancangan ruang, aksesibilitas dan fasilitas serta tinjauan studi banding stasiun yang telah ada di Negara lain ataupun kota lain, tinjauan penekanan desain yakni BAB III DATA Membahas tentang tinjauan kawasan Tanah Abang berupa data – data fisik dan nonfisik kawasan Tanah Abang serta kebijakan tata ruang wilayah di Kawasan Tanah Abang serta faktor – faktor yang mendukung perencanaan dan perancangan Stasiun Tanah Abang. BAB IV PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN STASIUN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT Berisi tentang kajian/ analisa perencanaan yang pada dasarnya berkaitan dengan pendekatan aspek fungsional, aspek kinerja, aspek teknis, aspek kontekstual, dan aspek visual arsitektural. BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN REDESAIN STASIUN TANAH ABANG JAKARTA PUSAT Membahas konsep, program, dan persyaratan perencanaan dan perancangan arsitektur untuk Stasiun Tanah Abang.
v Sejarah TMIIv Logo dan maskotv PengunjungPengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selalu meningkat setiap tahunnya. Namun untuk tahun 2014 kemarin pengunjung mencapai lima juta lebih. Tapi itu dihitung yang bayar tiket. Sedangkan, bila dijumlahkan dengan pengunjung yang tidak membayar tiket bisa tembus enam juta lebih. Hal itu dikarenakan terutama pada saat momen hari besar agama misalnya, pengunjung memang dipersilakan masuk gratis. Misalnya untuk menjalankan aktivitas keagamaan-atau-beberapa-momen-lainnya-yang-digratiskan-TMII.
v Sejarah TMIIv Logo dan maskotv PengunjungPengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selalu meningkat setiap tahunnya. Namun untuk tahun 2014 kemarin pengunjung mencapai lima juta lebih. Tapi itu dihitung yang bayar tiket. Sedangkan, bila dijumlahkan dengan pengunjung yang tidak membayar tiket bisa tembus enam juta lebih. Hal itu dikarenakan terutama pada saat momen hari besar agama misalnya, pengunjung memang dipersilakan masuk gratis. Misalnya untuk menjalankan aktivitas keagamaan-atau-beberapa-momen-lainnya-yang-digratiskan-TMII.
